Cara Jualan di FB Biar Laris Manis

cara jualan di fb biar laris
mmbc express

Banyak sekali pertanyaan di Social media yang di terima Innetzone mengenai cara jualan di FB biar laris manis tanjung kimpul 😄

Mengapa Harus Menggunakan Facebook?

Beberapa kawan dan UKM seringkali selalu “mentahin” saran kami untuk mulai jualan di Facebook, susah laku katanya. Padahal yang mungkin kita nggak tahu, potensi pasarnya jauh lebih luas dari Instagram, apalagi marketplace.

cara jualan di fb biar laris

Selama masa pandemi, Facebook mengalami peningkatan jumlah trafik yang edan, malah jumlah trafiknya sampai 29x lipat traffic dari marketplace.
Gimana nggak menarik coba? namun memang perlu dipahami, berbeda dengan marketplace, karakterisitik pengunjung sosial media itu sedikit berbeda

Sebel kalo dijualin
Mendekat ke konten yang dirasa bergunda dan bermanfaat
Cenderung lebih gampang share konten yang menghibur
Punya tingkat keloyalan lebih tinggi dibanding marketplace, sehingga
Tak terlalu sensitif terhadap harga, yang penting “nyaman”

Coba deh dibandingkan dengan Marketplace

cara jualan di fb biar laris

Udah pembelinya nggak “loyal”, harganya bahkan ancur-ancuran. Sebab dari itu penting buat optimasi sosial media, terutama facebook.

Alogaritma Sosial Media

Pembahasan tentang Algoritma Facebook bisa disimak disini

Ada 4 indikator utama dalam Facebook yaitu :
Konsistensi, Relevansi, Retensi dan Interaksi.

Apa sosial medianya, apabila berharap maksimal kita seharusnya memenuhi keempat persyaratan hal yang demikian. Tetap posting tiap hari, membikin konten yang relevan dengan sasaran market, membendung perhatian konsumen selama mungkin dan menjadikan interaksi.

Facebook Checklist

Sebelum mulai jualan di facebook kita, sebelumnya pastikan kita lakukan hal ini :

Riset Fanpage
Membikin Fanpage dan Koneksi ke IG
Follow Grup
Share Konten
Iklan
Yuk bahas satu per satu

1.Riset Fanpage

Pertama, tentukan dahulu, produk anda ini produk yang gampang dibeli (harga murah, barangnya gampang dipahami) atau cenderung butuh edukasi (harga lebih mahal, barangnya tak lazim). Jikalau produk anda yakni produk yang pertama, karenanya nggak usah repot repot ke tahap 1 dan 2, seketika aja lompat ke skor 3 – 5.

KATEGORI #1
Apabila produk anda adalah barang barang yang lazim di gunakan di kehidupan sehari hari seperti misalnya produk peralatan dapur, perawatan harian seperti sabun muka, sabun mandi dll, atau produk yg digunakan sehari hari, langsung saja menggunakan Facebook Marketplace

mmbc express
facebook marketplace

Tinggal upload Produknya Beres!! Yang mau jualannya kebanjiran order via Facebook Marketplace bisa menggunakan tool upload massal ke FB Marketplace Cek Disini

KATEGORI #2

Tetapi, seandainya produk anda merupakan barang mahal yang membutuhkan edukasi, maka kita perlu riset dahulu fanpagenya.
Misal barang yang kamu jual yakni barang antik, karenanya kamu harus riset dahulu fanpage pesaingnya di Audience Insight

di bagian sebelah kiri “buat pemirsa” ini saya ketikkan dulu demografi yang ingin kita incar. Misal untuk produk “barang antik” maka saya cari demografi penduduk di Indonesia, minat “barang antik”, “vintage”, “klasik” dll.

Dari hasil insightnya ternyata demografi ini didiominasi oleh kaum hawa dengan tingkat pendidikan S1 dan pekerjaan administrasi perkantoran atau pebisnis. Tercatat juga ada 15 juta pengguna facebook yang sesuai dengan karakteristik ini.

para pengguna facebook ini ternyata menyukai fanpage seperti di atas, umumnya adalah fanpage luar negeri dengan kualitas foto yang premium dan berbahasa inggris.

Didiominasi oleh fanpage fashion vintage atau produk interior klasik.

Dari riset fanpage ini, kita tahu kalau demografi yang saya incar ini menyukai barang antik berupa fashion vintage dan interior vintage. Umumnya memiliki pekerjaan yang “berduit” dan mengutamakan kelas. Maka saya sebagai penjual barang antik harus menyesuaikan fanpage saya sesuai dengan kebutuhan pasar. Salah satunya dengan membuat konten dalam bahasa inggris dan menggunakan foto profesional untuk konten inspirasi interior. Memang mahal, tapi sisi lainnya saya bisa menjual produk ini dengan harga yang cukup tinggi, toh pasarnya ada.

2. Membuat Fanpage dan Koneksi ke IG

Ketika sudah selesai nih riset, maka kita sudah tahu seperti apa gambaran fanpage yang akan kita buat, maka kita sesuaikan ya. Nggak banyak yang bisa saya bahas di poin nomor 2 ini, karena sangat teknis dan mudah sekali dipelajari sendiri. Hanya saja perlu diperhatikan, jangan ragu untuk menggunakan kata kunci mulai dari nama toko, deskripsi hingga di akun tokonya. Misal nih, daripada kita buat nama “Lintang Shop”, lebih baik kta buat nama “Lintang Shop – Antik Klasik”. Begitu juga profile picturenya disesuaikan dengan nama kita, kalau memang harus logo pastikan logonya juga sesuai dengan kata kuncinya.

3. Follow Grup

Silahkan cari saja di searchbox grup yang sesuai dengan produk yang akan anda jual, misalkan saya jual barang antik, maka saya cari grup yang fokus bahas tentang barang antik.

Nah, di sini ternyata banyak banget grup yang membahas terkait barang antik, pastikan kita follow grup yang masih aktif, ditandakan dengan tulisan banyaknya post per hari yang tertulis di bawah keterangan grup. Follow minimal 20 Grup. Hal ini penting, karena akan sangat membantu kita di tahap berikutnya.

4. Share Konten

Setelah anda membuat konten di fanpage pribadi, jangan lupa share kontennya. Kenapa? karena fanpage tanpa bantuan share grup tidak akan tampak secara luas

Bagikan ke semua grup yang sesuai dengan produk anda. cukup beberapa kali klik kok. enteeengg!

Ini perbandingan jangkauan antara konten yang di share dan yang tidak.

kalau kita hanya posting di fanpage sendiri, maka seperti kita jualan di depan rumah, yang tahu cuma tetangga kita, yaitu follower. Tapi dengan share kita bisa dilihat oleh pengguna aktif grup tersebut.

PENTING : Semua interaksi akan terjadi di Grup di mana postingan dibagikan sehingga penting untuk rajin cek notifikasi jika ada pertanyaan dan leads.

Untuk yang tidak menggunakan fanpage (barang kategori #1) kontennya barang jualannya cukup upload di facebook marketplace lalu share ke grup

Halaman ini baru muncul ketika kita sudah upload produk kita. Halaman ini juga tidak akan muncul kalau kita sebelumnya belum follow grup tersebut. Makanya penting untuk follow grup di awal. Tinggal centang semua grup yang sesuai dengan produk jualan kita, boleh juga ke grup lainnya, namun ada potensi akan dihapus oleh admin grup.

5. Iklan

Kalau kita sudah lakukan 4 hal di atas, baru kita bisa pede ngiklan, nah iklan ini sebenarnya nggak wajib kalau kita baru belajar, pakai cara yang organik aja (4 tahap di atas) begitu respon pasar ternyata bagus dan ingin dapat penjualan lebih, maka bisa coba ngiklan. Kalau bahas iklan bisa seharian sendiri, ha ha. Tapi bakal saya update deh kalau yang minat di PJ ini banyak. ini hasil saya ngiklan cuma sehari dengan budget nggak sampai 15rb
Untuk belajar Faceboon dan IG Advertising secara lengkap agar bisa menghasilkan tanpa harus merasakan BONCHOS langsung join kelasnya KLIK DISINI

Kenapa bisa murah? karena saya riset produk yang ingin saya jual secara matang, saya lalui tahapannya dengan sabar.

“Produknya cuma barang antik aja nih?”

Saya dan tim Lapakninja.com sudah kumpulkan lebih dari 5000+ data produk yang laris di marketplace dan punya potensi untuk laku di online baik via sosial media atau dijual kembali via marketplace. Mulai dari kategori fashion hingga alat tulis semuanya ada lengkap dengan data penjualannya perbulan dan kota asalnya. Jadi gampang risetnya

buat data lengkap bisa cek di lapakninja.com

Semoga bermanfaat, Terima kasih

About Agung P 224 Articles
Life is Never Flate!

Be the first to comment

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.