Cara Memilih Produk Untuk Bisnis Online di Masa Pandemi

cara memilih produk untuk bisnis online
mmbc express

Cara Memilih Produk Untuk Bisnis Online

Apabila anda mau mulai berjualan online, maka jelas Anda membutuhkan produk untuk dijual. Biasanya pemula kebingungan menentukan produk ini. Ini dia Cara Memilih Produk Untuk Bisnis Online

cara memilih produk untuk bisnis online

Beberapa pertanyaan yang sering muncul :

  • Jualan apa?
  • Barangnya beli di mana?
  • Saya jual harganya berapa?
  • Keuntungan saya sebaiknya berapa?

Nah, ini yang akan kami bahas dalam artikel ini.

Hal Pertama yang akan kami ulas adalah poin 1: jualan apa.

1/ Jualan apa?
Ada Banyak jenis produk yang bisa kita jual secara online, tetapi bila Anda mau bisnis adan berjalan secara jangka panjang, maka wajib untuk mempertimbangkan beberapa hal berikut:

Produk langsung digunakan oleh customer (B2C)

Kenapa? Ini Karena kekuatan terbesar dalam bisnis online melalui Facebook ads adalah kekuatannya menjangkau customer langsung. Memang ada banyak cara untuk menemukan dan merekrut mitra bisnis, semacam reseller atau sejenisnya. Tapi anda harus ingat bahwa reseller tidaklah selalu loyal, dan bahkan banyak merepotkan karena banyak pertanyaannya dari mereka diawal.

Nah hal ini salah satu yang akan membuat Anda akan ribet di awal untuk membuat skema bisnisnya.

Hal Yang paling penting adalah :
Apabila Anda sendiri kesulitan untuk menjual ke konsumen langsung, apakah layak untuk mencari reseller?

Produk yang dibeli berulan atau Repeat Order (RO)

Produk yang memiliki sifat RO atau dibeli berulang artinya memiliki customer dengan lifetime value yang lebih tinggi. Bila anda bisa satu kali saja “mengakuisisi” mereka. Ketika produk yang dibeli customer dirasa cocok, maka mereka akan kembali membeli secara berulang.

Mungkin Anda akan mengalami “boncos” atau kerugian hanya satu kali di awal, tapi setelah mereka membeli kembali, pembelian tersebut akan menjadi pundi rejeki berikutnya untuk Anda.

Produk yang memiliki complementary

Complementary artinya pelengkap.

Misal Anda jualan hijab. Hijab ini punya complementary yaitu gamis, atau mungkin bross, yang sejenis itu. Anda yang berjualan hijab pasti lebih paham. Atau Anda jual warna hitam, tapi juga jual warna hijau nya.
Tujuannya : melengkapi koleksi warna.

Dengan adanya complementary product, maka akan tercipta peluang untuk terjadi repeat order seperti yang sudah saya jelaskan kepada Anda pada poin kedua.

Kira-kira tiga hal ini dulu saja yang terbayang di kepala saya saat membuat email ini. Dengan 3 hal ini, Anda sudah bisa menebak-nebak, kira-kira produk apa yang akan Anda jual.

Catatan kami :
Ingat bahwa berjualan produk yang sekedar sedang hype di pasaran, tidak akan membuat bisnis Anda langgeng dan jangka panjang. Kenapa?

Karena besar kemungkinan Anda tidak punya komitmen yang besar dengan produk tersebut!

Yang sering kejadian, kalau produk tersebut nggak laku, Anda nggak yakin penyebabnya apa. Begitu Anda nggak yakin, Anda akan menyalahkan FB ads. Lalu berhenti beriklan.

Beda jika produknya memang lahir dari rahim pemikiran Anda untuk benar-benar memuaskan customer, memenuhi kebutuhan mereka, dan menjawab permasalah mereka.

Rumusnya :
semakin Anda punya komitmen terhadap produk, maka produk tersebut besar kemungkinan akan berkomitmen kepada kesuksesan Anda juga.

Yakini 1 hal :
Satu produk yang betul-betul Anda garap dengan serius, bisa membuat Anda membeli properti cash tanpa riba.

mendahulukan kategori ketimbang produk.

Maksudnya gimana?

Kategori produk, itu berbeda dengan produk. Misal produk Anda adalah lipstik, maka kategorinya adalah makeup dekoratif.

Kalau Anda ingin big win, maka Anda bisa menciptakan kategori sendiri. Misal kategori:

  • Frozen food
  • Frozen food online
  • Frozen food online untuk diet

Kalau Anda pikir belum ada sebuah brand yang unggul secara online di sebuah kategori tertentu, maka itu kesempatan Anda untuk masuk.

Jadi logika sederhananya begini.

Pertama, Anda pilih kategori produk tertentu, sesuai dengan yang paling Anda kuasai atau setidaknya Anda punya modal yang cukup untuk mempelajari sebuah kategori tertentu.

Kedua, Anda cari/buat produknya sesuai dengan materi email pertama saya. Anda bisa cek kecocokan karakteristik produknya.

Kalau nggak nemu barangnya, cari terus. Kalo kayaknya nggak nemu, maka ulangi langkah 1 (tentukan kategorinya dulu).

Contoh ide kategori produk:

  • Dompet pria simpel,
  • Jaket pria simpel,
  • Jaket pria design tentara,

Cara gampang membuat kategori produk adalah dengan menggabungkan dua hal dengan ilmu “yang”. Ini saya pelajari dari Pak Subiakto pakar branding nasional. Anda bisa cari di IG nya.

Misal:

  • Dompet YANG simpel
  • Frozen Food YANG bisa dikirim online
  • Frozen Food Online YANG untuk orang diet

Validasi kategori

Anda bisa validasi kategori tersebut dengan mencari di google Trends.

Caranya: googling aja Google Trends, lalu cari “how to use Google Trends”. Saya ngasih clue nya aja, Anda mikir sendiri yaa…

Cara lain adalah dengan ubersuggest. Sekali lagi, Anda bisa googling keyword yang saya beritahu.

Kalau Anda sukanya statistik, silakan buka di statista.com. Kami member di sana, dan banyak sekali insights yang bisa Anda dapatkan.

Meraba Audience

Yang harus Anda amati adalah jumlah audience nya. Kalau setelah Anda gunakan statista dan Google trends Anda merasa nggak mendapat ide seberapa besar jumlah audience nya, Anda bisa gunakan nalar sederhana.

Kira-kira, dengan segmen yang sudah kita tentukan tersebut, berapa banyak orangnya? Coba dicocokkan langsung ke dashboard Facebook Ads di bagian audience setting. Ini cara yang paling sering saya pakai.

Dari sana, Anda akan tau kira-kira berapa banyak audience yang kita harapkan. Semakin besar, akan semakin besar juga potensi, TAPI juga akan semakin besar biayanya.

Biasanya saya nyaman dengan audience sekitar 5-10 juta orang. Saya asumsikan saya punya pelanggan 0,1% dari target audience tersebut. Kalau ada 5 juta audience, berarti kira-kira 5 ribu orang.

Kalo Anda jualan 100 ribuan, berarti omset Anda punya potensi menembus sekitar 500 juta nih. Seru?

Ini salah satu cerita teman saya yang menjual Produk Fashion perempuan…

Kainnya, dia cari di Cipadu, Tangerang. Sebagian dia cari juga di Tamim, Bandung. Di sana ada banyak sekali variasi kain yang bagus-bagus. Kenapa dia beli di situ? Karena ini adalah sentra bahan baku kain.

Tapi ingat, Anda jangan asal beli. Pelajari dulu karakteristik market yang mau Anda masuki.

Cara mempelajarinya?

Beli dulu kainnya sedikit.

Lalu buat pakaiannya di konveksi. Konveksi cari di mana? Anda bisa manfaatkan GOOGLE.
Simpel saja. Biasanya di dekat sentra bahan baku, ada sentra produksi.
Sediakan waktu seminggu untuk mengitari sentra bahan baku dan produksi. Teman saya melakukan hal ini.

Model jahitannya gimana?
Apa yang musti dikerjakan oleh konveksi tersebut?
Nah itulah PR Anda.

Cari di marketplace, model seperti apa yang lagi dicari. Proses ini membutuhkan intuisi. Semakin lama Anda mempelajarinya, akan makin terlihat sangat simpel.

Setelah jadi, jual langsung di FB Ads. Untuk yang belum memanfaatkan Facebook ads dan ingin belajar bisa join pembelajarannya KLIK DISINI.
Kalau hasilnya bagus, maka Anda bisa lanjutkan untuk membeli kain sejenis; baik jenis bahan ataupun pola.

Baca Juga : CARA JUALAN ONLINE LARIS DI FACEBOOK

Tapi ingat:
kalau Anda beli kain eceran, ini stoknya terbatas. Karena sebetulnya kain yang Anda beli eceran itu adalah sisa produksi dari produk lain.

Jika Anda ingin kain dengan motif sendiri khusus milik Anda, maka kainnya harus cetak ke pabrik.
Sekali cetak kira-kira membutuhkan budget di atas 100 juta. Kalau Anda baru pertama kali, tidak tahu apa-apa, saya sangat tidak menyarankan jalan ini.

Oke saya rekap ya berdasarkan urutan :

✅ Temukan dulu barang apa yang ingin Anda buat
✅ Temukan dimana Anda bisa membeli bahan bakunya
✅ Temukan kepada siapa Anda bisa membuatnya
✅ Buat dulu sedikit
✅ Iklankan di FB Ads
✅ Kalau laku, baru bikin agak banyak
✅ Makin laku lagi, baru bikin dengan ciri Anda sendiri

Tentang Dropship & Reseller

Lho Om, dropshipnya mana?

Hehehe.. Kalau Anda mau dropship dulu, silakan. Dulu saya juga dropship. Tapi setelah saya pikir, saya membuang umur. Dropship hanya mencetak saya menjadi pemasar. Tapi dengan saya produksi sendiri, mencetak saya menjadi pebisnis sekaligus pemasar.

Lebih berat, tapi sumber daya waktu yang saya miliki lebih hemat.

Akan tetapi, bila modal Anda amat sangat terbatas, boleh belajar dengan memulai sebagai reseller.

 

Simak Juga : CARA MENCARI TEMAN TERTERGET DI FACEBOOK

Caranya :

Anda bisa amati iklan yang berseliweran di FB, lalu coba beli produk yang Anda suka.

Setelahnya, jika Anda klik dengan produknya, Anda bisa tanya ke mereka, bisa jadi reseller atau nggak?

Bergabunglah dengan mereka kalau ternyata mereka membuka program reseller.
Saya dulu join banyak MLM karena mencari produk untuk dijual online.

Kalau nggak laku gimana?

Tidak ada yang pasti di dunia ini. Kalau nggak untung ya rugi. Tapi Anda minimal bisa memperkecil kerugian yang akan terjadi…

Caranya :

Pertama, pastikan Anda mengerjakan hal yang Anda paham dan suka. Customer pertamanya HARUS DIRI ANDA SENDIRI DULU. Ini keliatan sepele. Tapi.. Ini sangat menentukan. Anda akan dapat menemukan pasion atau gairah sert kebebasan jika menjual produk yang Anda suka.

Tidak perlu repot-repot menganalisa dengan Product Market Fit, karena kalau Anda suka, sudah otomatis FIT dengan Anda! Tinggal cari orang-orang sejenis Anda.

Kedua, perkecil skalanya. Mulai dari yang kecil. Jangan berusaha untuk mencari harga produksi termurah! Ini jebakan betmen!

Saya pernah kejeblos di sini. Untuk mendapatkan harga termurah dari produsen, saya memproduksi 3 ribu pcs untuk harga per unit 100 ribu. Padahal waktu itu saya bisa pesan hanya 300 pcs dengan harga Rp 120 ribu.

Setelah saya nyebur ke dalam market, apa yang saya bayangkan tidak sesuai kenyataan. Saya ternyata melupakan kaidah “mulai dulu dari yang kecil.”

Akibatnya, saya rugi waktu, tenaga, pikiran, dan jelas.. biaya.

Jangan ulangi kesalahan saya. Mendapatkan harga lebih mahal gak papa kok, yang penting laku aja dulu!

Kalau udah laku, maka otomatis Anda mau produksi dengan economies of scale juga berani dan akan ngeruk keuntungan lebih besar.

Ketiga, pastikan Anda punya skenario kalau produk yang akan Anda jual tersebut nggak laku.

Contoh skenario:

Kalau produknya tidak laku dalam 1 bulan setelah saya iklankan dengan budget 3 juta, maka akan saya tutup, dan produknya akan saya jual di marketplace dengan harga lebih murah.

Contoh lain:

kalau tidak laku, maka produk ini akan saya jadikan bonus di produk saya yang lain untuk meningkatkan konversi produk lain tersebut.

Contoh lagi:

bila produk tidak laku, maka produk ini akan saya jual ke teman saya dengan harga HPP dengan skema boleh ambil sedikit sedikit.

Contoh lain lagi:

kalau masih tidak laku, maka produk saya ini akan saya bagikan ke panti asuhan dan mohon doa dari anak-anak yatim agar dagangan saya berikutnya diberikan Allah kemudahan.\

Nah demikian Cara Memilih Produk Untuk Bisnis Online…

Semoga bermanfaat… Sukses berkah kedepannya untuk sahabat semua…

About Agung P 221 Articles
Life is Never Flate!

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.