9 Langkah Melindungi Peretasan Whatsapp

bisnis ekspedisi nusa7 travel

Kali ini Innetzone.id mendengar  lagi berita kasus peretasan akun Peretasan WhatsApp yang menimpa peneliti dan pemerhati isu sosial Ravio Patra. Kita tidak perlu membahas aktivitas atau siapa Ravio.

Peretasan Whatsapp

Tapi perlu kita perhatikan bahwa sejak orang lebih banyak menggunakan hape daripada komputer untuk mengakses internet, handphone adalah target yang banyak diincar oleh para hacker, baik yg diaponsori state atau non state utk mengumpulkan informasi dll.

BACA JUGA : Kode HLR No HP di Indonesia

Whatsapp adalah salah satu target nya. Walaupun sudah menggunakan End to End Encryption dan ada feature Two Factor Authentication, masih banyak celah yg bisa digunakan utk mencuri atau mengambil alih akun WA.

Ada beberapa cara biasa digunakan para hacker :

1. Memasang meninginstall malware di smartphone target, dengan cara phising serta metode lainnya.

2. Clonning atau duplikasi nomor GSM target yang dipakai WA.

3. Menyadap komunikasi handphone target, baik dengan active/passive intercept

4. Melakukan hacking kepada pihak ketiga penyedia layanan SMS BLAST yang mengirimkan kode OTP ke hape target. 

5. Akses fisik kepada smartphone target

6. Mengunakan Pegasus utk mengambil alih semua informasi di hape target.

Simak bagaimana perusahaan Israel menggunakan PEGASUS untuk melakukan peretasan Whatsapp di Video berikut :

Lantas… Bagaimana langkah dan cara mencegah Peretasan Whatsapp ini??

Jumlah pengguna yang mencapai lebih dari 1 miliar, situs jejaring sosial WhatsApp tak senantiasa aman dari yang namanya peretasan.

Akibat dari peretasan ini sendiri dapat berbahaya bagi pengguna. Pasalnya, pesan-pesan dan data pribadi dapat terekspos dengan diretasnya akun pengguna.

Supaya terhindar dari hal yang tak diinginkan tersebut berikut beberapa cara untuk melindungi WhatsApp dari para hacker bandel:

1. Gunakan aplikasi pengunci pihak ketiga

WhatsApp memang tak menyediakan cara keamanan dikala pengguna akan membuka aplikasi. Tapi terdapat aplikasi pihak ketiga yang menawarkan keamanan lebih dikala akan membuka WhatsApp.

Dengan menerapkan aplikasi pengunci, nantinya dikala pengguna akan membuka WhatsApp, akan diminta untuk memasukkan kode pin atau pola terutama dulu, sehingga tak sembarang orang dapat membuka aplikasi tersebut selain pemiliknya sendiri.

2. Gunakan Two-step Verification

Two-step Verification ini berguna untuk melindungi akun dikala akan membuka dari smartphone baru.

Dengan adanya fitur ini pengguna nantinya diminta untuk memasukkan pin dikala hendak membuka akun WhatsApp-nya di smartphone baru.

peretasan whatsapp

Pengguna dapat mengaktifkan fitur di WhatsApp ini dengan membuka Settings -> Account -> Two-step Verification

3. Periksa kode enkripsi dalam percakapan privat

Untuk mempertimbangkan apakah isi obrolan sudah dienkripsi, pengguna dapat memeriksa kode enkripsi secara manual.

Dengan membuka profil lawan bicara, pengguna dapat masuk ke dalam menu Encryption yang di sana terdapat 40 kode angka dan kode QR.

Dalam obrolan kedua, pengguna akan memiliki 40 kode dan kode QR yang sama. Tidak ini menampakkan bahwa isi obrolan sudah terenkripsi dengan aman.

 

BACA JUGA : JUALAN LARIS DENGAN TEKNIK WHATSAPP MARKERTING

4. Mengaktifkan notifikasi keamanan

Untuk menambah keamanan, pengguna dapat mengaktifkan notifikasi keamanan. Nantinya pengguna akan mendapatkan notifikasi seandainya akunnya dibuka di gawai lainnya, bagus komputer jinjing, PC maupun smartphone lainnya.

Pengguna juga akan mendapatkan notifikasi seandainya kode-kode keamanannya berubah.

5. Biasanya perlu backup isi obrolan ke cloud

Isi obrolan dalam WhatsApp tentunya sudah terenkripsi yang dalam artian pihak WhatsApp dan pihak ketiga lainnya tak dapat mengakses isi dari obrolan tersebut.

Dianjurkan pengguna akan mem-backup seluruh isi chat ke dalam cloud yang disediakan oleh Google Drive atau iCloud.

Gunakan untuk pengguna tak mem-backup isi obrolan ke dalam cloud dikarenakan file isi obrolan tersebut tak terenkripsi oleh WhatsApp, sehingga akan lebih gampang untuk diretas.

6. Hati-hati terhadap tautan palsu

Seringkali via SMS, pengguna mendapatkan pesan yang mengatakan akun WhatsApp-nya sudah habis masa berlangganannya atau tak dapat diaktifkan kembali.

Pengguna diinginkan untuk tak mempercayai pesan tersebut apalagi menekan tautan yang terdapat dalam pesan tersebut, karena dapat saja dalam tautan itu berisi virus.

7. Gunakan aplikasi WhatsApp sah untuk versi desktop

Salah satu keadaan sulit terbesar yang dihadapi oleh WhatsApp merupakan pengguna yang menerapkan aplikasi WhatsApp Desktop yang tak sah. Dengan demikian, data mengenai akun pengguna dapat diambil oleh peretas.

whatsapp blast

8. Sistem perihal privasi di WhatsApp

Tapi penambahan kontak di WhatsApp cukup dapat dilaksanakan dengan menambah nomor smartphone saja. Dengan begitu, orang lain dapat menghubungi pengguna dengan gampang.

Tapi pengguna disarankan untuk menjaga data diri seperti foto dari pengguna-pengguna lain yang tak diketahui dengan cara mengaktifkan personal info yang nantinya dapat dipandang oleh kontak/sahabat-sahabat pengguna.

Jangan share informasi ini bila bermanfaat dan bisa membantu sahabat2 anda semua….

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.